Ulasan Buku dan Film

Reviu Buku : Berani Tidak Disukai

“Marie Kondo, tapi untuk jiwa.”

HelloGiggles

Bulan Agustus 2023 ini alhamdulillah berhasil menyelesaikan satu bacaan buku bertema psikologi, berjudul “Berani Tidak Disukai.” Buku ini awalnya dibeli untuk si Kakak yang sedang galau karena mempunyai beberapa teman yang dia bilang tidak suka kepadanya. Dia membaca buku ini, namun untuk usianya yang menginjak 14 tahun, kata-kata dalam buku ini cukup berat, sehingga dia menyerah dan saya membantunya menyelesaikan.

Identitas buku ini yang merupakan salah Internasional Best Seller adalah sebagai berikut :

Judul asli : Kirawareru Yuki
Judul saduran : Berani Tidak Disukai.
Penulis : Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga
Tempat dan tahun terbit : Tokyo, 2013
Terbitan saduran : PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2019. (Cetakan ke-21 : 2023)
ISBN : 978-602-06-3321-3
ISBN Digital : 978-602-06-3322-0

Sekilas tentang Buku

Apakah kebahagian adalah sesuatu yang Anda pilih?

Kalimat pengantar buku ini membuat saya menjadi tertarik untuk melanjutkan membaca buku setebal 323 halaman ini. Yah kebahagian adalah merupakan salah satu tolak ukur saya untuk berproses menjalani sesuatu dan saya penasaran apakah buku ini mengulas tentang kebahagian yang sama dengan apa yang saya pikirkan.

Buku ini ditulis dengan cara yang cukup unik, yaitu menggunakan percakapan antara dua orang, yaitu seorang pemuda dan filsuf, yang sampai pada penutup buku baru saya sadari ini adalah proses pembicaraan antara kedua penulis yang dituangkan secara apik dan cukup menarik.

Pembaca buku ini diposisikan sebagai seorang penonton yang mendengarkan proses percakapan dan penggalian tentang pemikiran salah satu psikologis yang cukup berpengaruh untuk yang mengubah teori psikologis secara luas, Alfred Alder.

Pembahasan teori psikologi Adler ini dituangkan oleh penulis dalam 5 Bab yang setiap bab nya menarik untuk dibaca. Bahasa yang digunakan cukup sederhana dan mudah dipahami, namun karena ini terkait dengan pembahasan teori psikologi, membaca secara perlahan, akan membuat lebih mudah untuk menangkap makna yang ingin disampaikan penulis.

Buku ini memberikan pendalaman materi secara bertahap dalam setiap Bab nya, sehingga saya beberapa kali perlu mengulang kembali ke Bab sebelumnya agar bisa memahami tulisan yang ada.

Hal-Hal Yang Menarik dari Isi Buku

Dari isi buku ini adalah beberapa hal menarik yang bisa saya tangkap, yaitu :

Semuanya tentang Cara Memaknai

Teori Adler menolak tentang konsep trauma akan masa lalu atau dikenal dengan istilah aetiologi (studi tentang hubungan sebab dan akibat). Adler mengembangkan konsep teleologi (ilmu yang mempelajari tujuan dari suatu fenomena tertentu, ketimbang penyebabnya.)

Secara sederhana apapun yang terjadi pada seseorang di masa lalu, bukan menjadi alasan penyebab keadaan dirinya saat ini. Berlarut dengan alasan bahwa masa lalu yang membuatnya menjadi manusia yang buruk, tidak akan membawa hal baik bagi dirinya. Yang lebih penting adalah menjadi peristiwa buruk di masa lalu, sebagai batu loncatan dan pembelajaran untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Setiap orang selalu bisa bergerak maju dan membuat pilihan bagi dirinya untuk bahagia serta melakukan tindakan yang lebih baik bagi dirinya. Mereka harus memiliki keberanian untuk keluar dari zona nyamannya. Keberanian untuk menerima keadaan dirinya sendiri.

Hidup bukan tentang Persaingan namun mencari Kawan Seperjuangan

Secara umum, manusia memiliki keinginan untuk menjadi superioritas (memimpin) dan menghindari perasaan inferioritas (kalah). Hal ini sebenarnya tidak salah, jika dilakukan dengan kadar yang tepat. Penempatan superioritas dan inferioritas yang terlalu berlebihan sering mengarah menuju kepada kompleks superioritas dan kompleks inferioritas. (Penjelasan lengkap pada BAB II).

Teori Adler lebih menekankan kepada hubungan personal secara horizontal bukan vertikal. Hubungan horizontal bisa menghilangkan perasaan superior maupun inferior. Dengan hubungan vertikal yang dilandaskan keyakinan yang kuat, maka kita akan membuat orang lain menjadi kawan seperjuangan.

Kawan seperjuangan membuat kita memiliki hubungan yang lebih akrab dengan orang lain. Ini tentu membuat kita lebih mudah memberikan kontribusi kepadanya.

Buatlah Pembagian Tugas Kehidupan

Ini adalah bagian yang paling saya sukai dalam buku ini. Konsep pembagian tugas terkait kehidupan. Cara sederhana untuk melakukannya adalah dengan melihat  “Siapa yang nanti akan menerima hasil akhir yang muncul akibat pilihan yang diambil (hal.142)”.

Pembagian tugas kehidupan ini terkait apa yang bisa kita kendalikan. Dalam hal ini tentu saja kita hanya bisa mengendalikan diri kita sendiri. Apa yang kita pikirkan, apa yang kita perbuat, keputusan yang diambil serta kontribusi yang ingin dilakukan.

Kita tidak mempunyai tugas untuk memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang diri kita. Atau apakah perbuatan kita memberi dampak bagi orang lain. Tugas kita cukup berikan kontribusi yang terbaik.

 

Demikian sedikit catatan dari buku “Berani Tidak Disukai”. Ulasan yang sedikit ini jelas tidak cukup menjelaskan makna Teori Adler yang cukup dalam. Membaca sendiri buku ini akan membuat pikiran lebih terbuka dan bisa jadi pilihan bagi orang-orang yang merasa hidupnya belum bahagia karena masa lalu.

Selamat membaca dan mendapat pandangan baru tentang arti kebahagian.

 

2 komentar pada “Reviu Buku : Berani Tidak Disukai

  • Agustina Sutisna

    Keren kak Nana,, tapi aku suka kok sama kamu

Komentar ditutup.

error: Content is protected !!