Ceritaku

Mengolah Sampah Organik menjadi Eco Enzyme

Eco Enzyme si Sejuta Manfaat

Apa yang terbayang di benakmu saat melihat tumpukan batang sayur-mayur dan kulit buah-buahan yang tidak terpakai? Apakah langsung dimasukkan ke tempat sampah dan akhirnya menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA)?

Eits … jangan … ternyata sisa batang sayur-mayur dan kulit buah-buahan yang dikenal dengan istilah Bahan/Sampah Organik (BO) bisa menjadi barang bermanfaat yang kaya khasiat setelah diolah dengan baik. Kok bisa? Tentu bisa jika kita tahu cara mengolahnya. Di pelatihan zoombinar bersama IP Samkabar dan narasumber Bu Yulianti, Relawan EEN Samarinda, kami belajar cara memanfaatkan dan mengolah BO tersebut menjadi Eco Enzyme yang kaya manfaat.

Sekilas tentang Eco Enzyme

Eco Enzyme (EE) adalah cairan alami serba guna yang merupakan hasil fermentasi dari gula (gula tebu/ gula merah) ditambah sampah organik dari sisa sayuran dan kulit buah segar (BO) dan air dengan perbandingan campuran 1 : 3 : 10. Untuk 1 (kg/gr) gula diperlukan BO sebanyak 3 (kg/gr) dan air 10 (lt/ml).

EE perlu difermentasi selama 3 bulan di daerah tropis dan 6 bulan di daerah subtropis. Hasil akhir dari fermentasi ini adalah cairan berwarna kecoklatan dengan aroma asam segar. Warna ini bisa bervariasi mulai dari coklat muda hingga coklat tua tergantung dari jenis BO dan gula yang digunakan.

Penemu dari formula EE adalah seorang wanita pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand, Dr. Rosukon Poompanvong, yang melakukan penelitian sejak tahun 1980-an.

Formula EE dikenalkan secara luas oleh seorang peneliti Naturopathy dari Penang, Malaysia, Dr. Joean Oon.

Kenapa Perlu Membuat Eco Enzyme

Dari hasil penelitian, diketahui bahwa 60% sampah yang menumpuk di TPA merupakan sampah organik. Sampah organik yang menumpuk tersebut menimbulkan aroma tidak sedap di lingkungan sekitarnya. Sampah organik yang bercampur dengan sampah plastik/ non organik bisa menyebabkan menurunnya tingkat daur ulang dari sampah non organik tersebut. Hasil akhir dari pembusukan sampah organik bisa menghasilkan gas metana yang bisa mengakibatkan pemanasan global akibat efek rumah kaca.

Mengolah sisa sampah organik (BO) yang berupa batang sayur dan kulit buah bisa dilakukan dengan membuat EE. Dengan membuat EE kita sudah mengurangi hampir sebagian besar dari efek yang ditimbulkan oleh sampah organik. Kita juga bisa nantinya mengolah sampah plastik sebagai tempat untuk menyimpan EE. Sehingga kita sudah turut mengurangi jumlah sampah yang menumpuk di TPA.

EE juga memiliki banyak manfaat bagi kehidupan kita dan kelestarian lingkungan. Membuat EE merupakan salah satu langkah nyata menjaga kelestarian bumi yang kita tinggali.

Manfaat Eco Enzyme dalam Kehidupan Sehari-Hari

Beberapa manfaat dari EE yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari :

1. Sebagai pembersih alami.

  • Bisa dicampurkan ke pembersih lantai/ cuci piring / lainnya.
  • Menjadi detergen alami.
  • Menghilangkan pestisida pada sayur dan buah.

2. Untuk perawatan diri.

  • Pengganti pasta gigi
  • Bahan campuran alami untuk sampo dan sabun.
  • Bahan campuran alami untuk toner dan cream wajah.
  • Menghilangkan bau mulut jika dipakai sebagai obat kumur.

3. Untuk perawatan kesehatan.

  • Antibiotik alami.
  • Mengatasi berbagai luka.
  • Mengatasi berbagai penyakit kulit.

4. Mengurangi radiasi elektromagnetik

5. Memperbaiki kualitas udara yang tercemar bau/asap.

6. Memperbaiki kualitas air yang tercemar.

7. Menyuburkan tanaman.

Bahan Membuat Eco Enzyme

Membuat EE sangatlah mudah. Sebagaimana sudah disebutkan di atas EE dibuat dari 3 campuran, yaitu gula, BO dan air dengan perbandingan 1 : 3 : 10. Wadah pembuatan EE harus dari bahan plastik bertutup yang bermulut besar untuk mempermudah proses memasukkan BO. Setelah cairan EE selesai difermentasi maka bisa disimpan di wadah kaca. Penyimpanan cairan EE dilakukan di wadah-wadah kecil bertutup rapat untuk menjaga kualitasnya. 

Wadah membuat EE

Gula yang dapat digunakan dalam pembuatan EE adalah :

  1. gula tebu/ molase; 
  2. gula merah;
  3. gula aren; 
  4. gula kelapa; atau 
  5. gula lontar. 

Catatan : Gula pasir tidak dapat digunakan dalam pembuatan EE.

Jenis air yang digunakan dalam pembuatan EE yaitu :

  1. air isi ulang, air sumur, 
  2. air galon; 
  3. air buangan AC; 
  4. air PAM yang sudah ditampung selama 24 jam (sehingga kaporitnya bisa dipisahkan); atau 
  5. air hujan yang ditampung langsung (bukan cucuran dari genteng/pipa), lebih bagus jika bisa diendapkan selama 24 jam.

Bahan Organik (BO) yang dapat digunakan untuk pembuatan EE dapat berupa semua sisa sayuran dan kulit buah yang memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  1. Sudah dimasak (direbus, digoreng, ditumis);
  2. Busuk/ berulat/ berjamur;
  3. Berminyak (seperti kelapa dan ampasnya); 
  4. Kering/ keras (kayu).
Kategori sayur untuk EE

Langkah Membuat Eco Enzym

Bagan membuat EE

Cara membuat EE adalah sebagai berikut :

  1. Ambil wadah plastik bermulut besar dan bertutup yang sudah dibersihkan.
  2. Ukur volume wadah yang sudah disiapkan.
  3. Masukan air maksimal 60% dari volume total wadah.
  4. Masukan gula dengan berat maksimal 10% dari berat air.
  5. Masukan BO yang sudah dipotong kecil hingga maksimal 30% dari berat air.
  6. Setelah bahan masuk semua, aduk hingga rata.
  7. Tutup rapat wadah hingga saat panen. Jangan lupa beri label untuk tanggal pembuatan dan panen, bisa disertakan dengan bahan campuran BO dan gula yang dimasukkan.
  8. Simpanlah EE pada lokasi yang tidak terkena matahari secara langsung, memiliki sirkulasi udara yang baik, serta lingkungannya bersih jauh dari tempat sampah dan bahan-bahan kimia.
  9. Setelah masa panen, cairan EE disaring kemudian disimpan pada wadah tertutup. Apabila saat panen menemukan jamur putih halus di permukaannya, bisa dipisahkan dan dimanfaatkan nantinya.

Catatan :

  1. Pada pembuatan EE tidak ada keharusan buka dan aduk.
  2. Tidak ada keharusan meremas BO.
  3. Pastikan wadah tertutup serapat mungkin.

Pada pembuatan EE di wadah yang besar dengan jumlah gula yang sudah mencukupi, BO bisa dicicil dimasukkan ke dalam wadah. Jangan lupa catat setiap berat BO yang ditambahkan pada wadah tersebut sehingga mencukupi 30% dari berat total air. Masa pembuatan EE dihitung setelah campuran mencukupi.

Cairan EE yang baik memiliki pH dibawah 4 dengan aroma asam segar khas fermentasi.

Penutup

Pada zoombinar kali ini saya benar-benar tercengang mendengar cerita Bu Yuli tentang aneka manfaat dari cairan sederhana yang dibuat dari sisa limbah rumah tangga bernama EE ini. Rasanya tidak percaya, namun melihat video-video testimoni para pengguna, maka hal itu benar adanya. Khasiat luar biasa dari cairan EE ini telah banyak membantu mereka.

Setelah tau tentang EE dan segala manfaatnya apakah masih ragu membuatnya???

Yuks kita buat EE demi masa depan bumi yang kita cintai.

Hasil karya peserta 1
Hasil karya peserta 2
Hasil karya peserta 3

error: Content is protected !!