Catatan BelajarChallenge

Mengikat Ilmu : Mengabadikan Ilmu dalam Diri

Tantangan tematik terakhir di bulan Juni dari pengurus KLIP. Ikutan? Pastinya saya harus ikut berpartisipasi memeriahkan.😊

Tantangan ini khusus dibuat oleh pengurus KLIP selain bertujuan agar anggotanya bisa punya ide menulis, juga bisa dimanfaatkan sebagai latihan agar tulisan kita semakin baik tentunya. Disini akan dipilih satu tulisan oleh pengurus yang dianggap paling baik susunan katanya, sesuai dengan tema dan tentunya menginspirasi pembaca.

Tema tantangan terakhir bulan Juli ini tentang Caraku Mengikat Ilmu

Kenapa sih penting untuk diikat ilmu itu? Imam Syafi’i, salah satu tokoh Muslim,  mengatakan “Ilmu bagaikan binatang liar dan menulis adalah tali pengikatnya.”

Anggapan bahwa ilmu yang sudah dipelajari, akan awet dalam ingatan kita ternyata salah besar. Berdasarkan penelitian, otak manusia hanya bekerja dengan dua perintah, yaitu use it (gunakan) or forget it (lupakan). Jadi jika suatu ilmu itu tidak digunakan atau bahasanya diikat maka akan dapat hilang atau terlupakan. Ini diibaratkan binatang liar yang terlepas dari ikatannya.

Buat saya sendiri ada tiga hal yang perlu dilakukan dalam mengikat ilmu, yaitu Tulis, Praktek dan Ajarkan.

Tulis

Ikatlah ilmu dengan menulis (Ali bin Abi Thalib RA).

Menulis untuk mengikat ilmu

Ini salah satu quote yang selalu saya ingat jika akan mulai belajar ilmu baru. Saya tidak pernah lupa untuk mencatat hal-hal penting selama mempelajari suatu ilmu baru. Dalam menulis saya menerapkan metode mind mapping. Metode ini sangat terkenal dan sangat efektif karena melibatkan semua fungsi kerja otak dengan maksimal.

Belahan otak manusia yang terbagi menjadi dua bagian memiliki fungsi kerja yang berbeda. Agar dapat berfungsi optimal dibutuhkan satu metode menulis yang bisa melibatkan kedua belahan otak tersebut. Mind mapping adalah salah satu jawabannya. 

Dengan metode ini saya akan menulis poin pembahasan penting yang diperlukan dan membuat beberapa garis cabang yang berisi pokok pikiran utama. Biasanya hanya diperlukan maksimal 2 kata dalam setiap pokok pikiran. Penambahan gambar dan permainan warna juga diperlukan dalam pembuatan mind mapping.

Mencatat dengan metode mind mapping sangat menghemat waktu dan ingatan saya akan ilmu tersebut juga lebih kuat. 

Praktek

Repetition is the mother of learning (Zig Ziglar).

Praktek membuat ilmu melekat kuat dalam diri.

Jika ingin mengikat ilmu hingga melekat kuat, jawabannya adalah pengulangan dengan praktek. Praktek ibarat mengasah pisau. Pisau yang diasah akan semakin tajam. Ilmu yang diasah dengan banyak praktek juga akan semakin mendalam. Tidak ada ilmu yang sekali belajar bisa langsung dapat sempurna tanpa diasah dengan praktek dan latihan terus menerus.

Hukum sepuluh ribu jam terbang masih terus berlaku sampai sekarang untuk membuat kita semakin ahli dalam suatu bidang ilmu. Semua ahli di setiap bidang ilmu adalah orang-orang yang tidak pernah bosan mengulangi apa yang mereka pelajari terus menerus dan terus membuat target peningkatan di dalamnya.

Sama seperti semboyan dari KLIP, practice make progress. Teruslah praktek untuk mengikat dan membuat kemajuan dalam suatu bidang ilmu.

Ajarkan

Mengajar itu belajar dua kali.

Mengajar untuk membuat ilmu menjadi berkah.

Langkah terakhir dalam mengikat ilmu yang saya lakukan adalah mengajarkannya. Dalam prakteknya ketika mengajarkan suatu ilmu, saya juga sedang belajar. 

Orang pintar bukanlah orang yang paling banyak tahu, namun orang yang sudah belajar lebih dahulu kemudian mengajarkannya. Ilmu yang diajarkan tidak akan pernah berkurang dan malah akan bertambah. Saat mengajarkan ilmu saya juga banyak belajar hal-hal baru dari materi yang diajarkan.

Keuntungan lain dari mengajarkan ilmu adalah keberkahan dalam ilmu yang kita berikan dan ini bisa jadi amal jariah yang membantu kita nanti di hari akhir.

Demikian tiga metode saya dalam mengikat ilmu. Semoga bermanfaat dan bisa dipraktekkan juga.

Jika ada metode lainnya boleh komentar dan saling berbagi ya.

error: Content is protected !!