Cerita Keseharian

Insight KPI : Aku dan Diri ku

Narasumber : Ara Kusuma

Orang tua adalah role model anak2, untuk terus belajar, bersinergi, berkarya dan berinovasi.

Anak tidak harus mengikuti jalan orang tuanya, berkembang sesuai dengan pilhan anak adalah hal yang bisa dilakukan. Saat anak berkembang dengan pilihan mereka aka nada jalan sukses yang bisa mereka juga raih.

Mencari lingkungan yang tepat akan membuat kita berkembang dengan sangat baik. Validasi orang tua saja tidak cukup, tapi mencari lingkungan di luar rumah akan menjadi support system kita akan bisa terus berkembang. Ada banyak hal di luar yang bisa dipelajari dengan lebih spesifik. Bertemu dengan orang-orang dalam komunitas akan membuka pikiran dan membuat kitab bisa berkembang sesuai dengan jati diri kita sendiri.

Jika tidak ada visi kedepan, cobalah merespon apa yang ada di hadapan kita saja. Karena tidak semua kita mempunyai pandangan akan hal yang aka nada di masa depan. Pertama tingkatkan empati dengan hal yang terjadi di hadapan, kemudian menganalisa focus masalah yang ada. Kedua lihat sumber daya yang ada dan kemampuan yang kita punya, cari relasi yang kita punya. Intinya cari kita merespon masalah tersebut. Ketiga bayangkan dunia apa yang ingin kita wujudkan, visiobing keadaan yang kita inginkan, berkaitan dengan harapan kita akan dunia yang diinginkan.

Proses mengambil keputusan adalah suatu hal yang bisa dipelajari dan ini berkaitan dengan pengalaman belajar yang kita lakukan. Tidak ada keputusan yang diambil yang salah, selama proses yang dilakukan sudah tepat, masih ada hari esok untuk memperbaikinya, dengan cara mengganti strategi, mengecek ulang tujuan kegiatan, gunakan risk assesment kegiatan dan cara menganalisa situasi dan segala kemungkinan sebelum keputusan ulang diambil. Mengubah keputusan bukanlah hal yang salah, selama setelah keputusan ulang diambil dan kita bertanggung jawab untuk melaksanakannya dengan konsisten.

Selama keputusan yang diambil bukan tentang hal hidup dan mati, maka kita masih mengubah keputusan dan menganalisa ulang rencana untuk mengambil keputusan ulang.

Cara untuk mengambil keputusan, menarik diri ulang dan melihat gambaran besar secara keseluruhan (bird view) kemudian melihat segala peluang yang mungkin ada. Berpikir secara menyeluruh. Kedua gunakan kreatifitas dalam memanfaatkan segala sumber daya yang ada.

Cara mengembangkan akar diri : peran wanita harus tetap ada dengan tidak menghilangkan jati diri sebagai perempuan yang memiliki segala keistimewaannya. Kekurang dari perempuan seperti baper bisa diubah menjadi hal yang bermanfaat dengan cara yang tepat. Ini perlu digali dengan baik. Mulai menerima dengan sangat yakin bahwa kita adalah pribadi yang istimewa dan mengmbangkan kekuatan (aset by thinking) yang kita miliki. Mensyukuri apa yang telah Allah anugrahkan dan menggali lebih dalam apa keistimewaan yang telah diberikan oleh Allah. Menerima dengan sangat pasti apa yang telah ada dalam diri ini.

Setiap anak adalah bintang dan punya kekuatan. Jangan membandingkan dengan diri orang lain. Coba cari kekuatan kecil yang kita punya dan ini merupakan cara untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Kepercayaan diri adalah salah satu cara yang akan membuka untuk mulai menemukan kekuatan diri. Kita adalah pribadi yang berbeda, sehingga kita bisa menemukan jalan kita sendiri. Jangan ragu untuk mengekspolarasi kekuatan sehingga akhirnya tidak hanya menjadi follower saja. 

Iman, akhlak, adab dan komunikasi adalah kunci dan value untuk membuka diri sehingga menjadi pribadi yang baik. Dengan memegang teguh value ini akan mudah bagi kita untuk bisa menjadi bagian dari dunia yang saling terhubung. Iman membuat kita teguh berada di jalan yang benar, akhlak akan membuat kita akan tau mana yang salah dan benar, adab membuat kita tau akan etika dan komunikasi yang baik membuat kita mudah untuk diterima secara sosial dan bisa menyampaikan apa yang ada dalam pikiran dengan baik dengan diksi yang baik dan cara yang tepat.

Aksi – refleksi – aksi : langkah untuk mengecek apakah langkah yang kita lakukan sudah tepat atau belum. Istirahat boleh, yang tidak boleh adalah berhenti mencoba dan melangkah.

Orang tua harus mengurangi nasehat dan berilah contoh dalam rangka observasi. Setelah cukup besar berilah peran yang sesuai dalam berkegiatan dengan usia sehingga anak merasa lebih berarti. Berikan peran yang lebih besar untuk anak bertumbuh dan berkembang, disini peran orang tua adalah mendorong, mulai mengenalkan dengan orang luar selain orang tua.

Jati diri tidak harus dicari, namun kadang kala luput karena tidak digali. Jati diri harus dicari. Tanyakan kabar pada diri kita bukan hanya setahun sekali. Jangan berhenti untuk melakukan aksi.

error: Content is protected !!