Idul Adha 1442 H bersama Kiraya

“Besok pagi kita bangun jam 5 subuh ya, karena kita akan ada kegiatan potong hewan qurban,” ujar saya pada Kiraya menyusun agenda kami esok pagi tanggal 21 Juli 2021. “Kita hidupkan suara takbir dari laptop Kak Kia, menggelar tikar, tidak lupa siapkan sarapan buat kawan-kawan Papa yang akan bantu potong hewan qurban.”

“Baik Ma,” jawab Kak Kia semangat. “Yeay, besok kita akan potong hewan qurban.”

“Potong hewan qurban, asyik,” disambut oleh Kak Mira dan Dek Yaya dengan gembira pula.

“Yuks, sekarang kita tidur dulu, biar besok bisa bangun jam 5,” ajak Kak Kia kepada Kak Mira dan Dek Yaya.

“Iya ‚Ķ sekarang sudah jam 9 malam, kita tidur dulu agar besok tidak bangun terlambat,” tambah saya.

Kak Mira dan Dek Yaya setuju. Kami pun bersiap untuk tidur dan menyambut hari esok dengan penuh semangat.

Idul Adha dan Hari Tasyrik 1442 H

Diatas adalah sebagian dialog yang saya dan Kiraya lakukan untuk menyusun agenda kami pada hari Tasyrik, tepatnya satu hari setelah Idul Adha 1442 H yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah atau 20 Juli 2021. Idul Adha adalah salah satu hari besar bagi umat Islam. Pada Idul Adha inilah momen kejadian peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As terjadi. 

Hari Tasyrik sendiri jatuh pada tanggal tanggal 11-13 Dzulhijjah atau 21 – 23 Juli 2021. Hari Tasyrik adalah hari dimana umat Islam biasa melakukan pemotongan hewan qurban dan membagikannya kepada keluarga atau orang-orang yang membutuhkan. 

Hari Tasyrik dilalui oleh umat Islam dengan penuh kegembiraan karena bisa menyantap makanan enak berupa daging qurban. Hari Tasyrik merupakan hari makan dan minum bagi umat Islam, sehingga diharamkan untuk berpuasa pada hari-hari itu.

Selamat Idul Adha 1442 H dari Kiraya Family

Acara Potong Sapi sebagai Hewan Kurban

Alhamdulillah pada Idul Adha 1442 H ini Allah swt memberikan rezeki yang lebih sehingga kami bisa melaksanakan pemotongan hewan kurban, yaitu seekor  sapi di rumah Kiraya. Pembelian hewan kurban ini merupakan dana yang kami simpan selama satu tahun, termasuk Kiraya juga ikut menyumbangkan sebagian rezeki mereka. 

Seminggu sebelum hari Idul Adha Kiraya menyampaikan niat mereka untuk ikut menyumbang dalam pembelian hewan kurban. Saya senang dalam diri Kiraya mulai bertumbuh kepedulian untuk berkurban dan berbagi dengan orang lain.

Tepat pukul 5 subuh, Papa dan Kak Kia sudah sigap bangun dan membereskan rumah seperti rencana yang sudah kami susun malam sebelumnya. Pintu dan jendela rumah dibuka, alunan takbir bergema dari speaker yang terhubung dengan laptop. Kesyahduan Idul Adha terasa sangat kental.

Saya pun bersiap membantu merapikan rumah untuk menyambut teman-teman yang akan datang membantu. Kak Mira dan Dek Yaya saya bangunkan pukul 6 pagi dan mereka langsung bergegas mandi dan bersiap untuk acara hari ini.

Rencana awal pemotongan hewan akan dilakukan pukul 06.00 WIB, harus mundur karena ada kendala teknis pengangkutan hewan kurban dari lokasi peternakannya. Kiraya dan beberapa sepupunya yang sudah menunggu sedari subuh sedikit kecewa, namun mereka tetap bersabar menunggu.

Akhirnya pada pukul 7.30 WIB, bintang utama hari ini, seekor sapi jantan berbulu coklat datang juga ke rumah kami. Kiraya dengan bersemangat menyambut datangnya hewan berkaki empat tersebut. Dibantu oleh paman dan teman-teman Papa Kiraya, proses penurunan sapi dan pemotongan hewan pun segera dilakukan.

Alhamdulillah ini merupakan pemotongan hewan kurban terbaik dari banyaknya pemotongan hewan qurban yang pernah saya saksikan. Sang sapi dengan kemauannya sendiri menekukkan kaki dan tidak ada suara teriakan atau pun kehebohan lainnya yang biasa saya saksikan. Saya bersyukur pemotongan hewan hari ini berjalan sangat lancar dan khidmat. Insya Allah daging yang dihasilkan pun segar dan penuh gizi.

Saat pemotongan hewan kurban, Kak Kia dan Kak Mira terlihat berani menonton dari dekat. Sedangkan Dek Yaya bersembunyi di balik tubuh saya. 

“Ma, kasian ya sapinya dipotong,” ujar Kak Mira sedih.

“Insya Allah sapinya bahagia Kak Mira karena akan masuk surga,” jawab saya.

“Sapinya masuk surga ya, Ma?” tanyanya lagi menegaskan. Saya menggangguk. “Alhamdulillah, sapinya bisa masuk surga.” Kak Mira pun terlihat kembali gembira.

Gotong Royong Memotong dan Membagikan 

Proses pemotongan tidak berlangsung lama. Setelah itu dilanjutkan dengan proses memotong daging, menimbang dan membaginya kedalam wadah yang sudah disiapkan.

Dalam kegiatan ini, Kiraya mau terlibat aktif membantu menyimpan daging yang sudah dipotong ke dalam wadah. Kak Kia membantu menimbang dan menakar daging yang akan dibagikan. Sedangkan Kak Mira dan Dek Yaya membantu meletakkan daging yang sudah ditimbang ke dalam ember penyimpanan.

Dalam satu wadah yang akan dibagikan diisi dengan daging dan tulang hingga beratnya 1 kilogram per wadah. Dari hasil daging qurban bisa didapat kurang lebih 150-an wadah untuk dibagikan. Ini jauh banyak dari prediksi awal yang hanya 110 wadah.

Setelah selesai menimbang dan membagi dalam wadah, kami kemudian mulai membagikan daging tersebut ke orang-orang terdekat, yaitu keluarga, para tetangga dan rekan-rekan yang sudah banyak membantu sehingga acara kurban hari ini bisa berjalan lancar.

Tepat pukul 11.00 WIB acara pemotongan hewan kurban selesai dilaksanakan. Dari acara hari ini banyak pelajaran yang bisa didapat oleh kami, terutama Kiraya. Pada hari ini mereka bisa melihat proses pemotongan hewan kurban yang baik secara langsung. Mereka juga belajar membantu proses yang dilakukan setelah pemotongan hewan, yaitu memotong daging, menimbang dan membagikan.

Semoga pengalaman yang mereka dapatkan hari ini bisa menambah pengetahuan mereka dan semakin memupuk rasa kepedulian mereka terhadap sesama.

Terima kasih buat semua rekan-rekan yang sudah membantu sehingga acara pemotongan hewan kurban hari ini dapat berjalan sangat lancar. Semoga Idul Adha tahun depan kami bisa tetap berkurban dan menambah hewan yang akan dikurbankan. Aamiin. 

Sampai ketemu di Idul Adha 1443 H.