Konferensi Ibu Pembaharu

Ibu Profesional : Fenomena Baby Blues Sydrom

Day-2 Part 1 (Peringatan Satu Dekade Ibu Profesional)

Komunitas Ibu Profesional sudah memasuki usia sepuluh tahun atau satu dekade pada tahun 2021 ini. Dalam rangka memeriahkan peringatan satu dekade Ibu Profesional diselenggarakanlah Konferensi Ibu Pembaharu yang menghadirkan beragam rangkaian acara, termasuk diisi oleh empat belas narasumber. Para wanita hebat ini telah membuktikan dirinya bisa berkarya, berbagi dan berdampak bagi masyarakat luas.

Konferensi Ibu Pembaharu dilaksanakan secara virtual melalui laman http://www.konferensiibupembaharu.id. Untuk teman-teman yang ingin bergabung dalam kemeriahan acara ini dapat langsung mengunjungi laman tersebut.

Pada hari kedua ini, tanggal 18 Desember 2021, ada dua narasumber yang akan membagikan inspirasi pada kita, yaitu Ibu Nur Yanayirah dan Mbak Siti Julaihah.

Jadwal acara 1 dekade ibu profesional
Jadwal kegiatan 18 Desember 21

Sesi Berbagi oleh Nur Yanayirah pada Acara Satu Dekade Ibu Profesional

Sharing sesi 1 acara 1 dekade ibu profesional
Sesi Sharing bersama Bu Yana dari MotherHope Indonesia

Pada acara berbagi di sesi pertama, Ibu Nur Yanayirah, yang lebih akrab dipanggil Ibu Yana memberikan paparan materi yang sangat bermanfaat. Beliau adalah Founder dari komunitas Mother Hope Indonesia. Komunitas yang konsisten untuk membantu para ibu yang mengalami masalah kesehatan mental selama masa kehamilan hingga pasca melahirkan. Acara pagi ini dipandu oleh Mba Enes.

Latar belakang sebagai seorang penyintas masalah gangguan mental pasca melahirkan, mendorong Ibu Yana untuk mendirikan komunitas Mother Hope Indonesia. Dia bersama rekan-rekan relawan yang terdiri dari tenaga kesehatan dan masyarakat umum yaitu mahasiswa dan para penyintas masalah kesehatan mental pasca melahirkan, berkumpul dalam wadah ini untuk bergerak bersama memberikan edukasi dan pendampingan kepada para ibu sejak masa kehamilan hingga paca melahirkan.

Baby Blues Sydrom

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan fenomena baby blues sydrom dan depresi pasca ibu melahirkan bisa diibaratkan seperti gunung es. Sampai saat ini baru bisa mendata sebanyak 20% ibu dengan gangguan kesehatan mental pasca melahirkan. Akan tetapi sebenarnya jumlah penderita bisa lebih banyak dari data yang sudah ada.

Ibu Yana menjelaskan bahwa hampir 80% ibu mengalami penyakit baby blues sydrom pasca melahirkan. Penyakit ini bisa timbul sejak hari ke-3 sampai 2 minggu setelah melahirkan. Hal ini masih normal terjadi karena sang ibu mengalami perubahan horman, pergantian peran dari single menjadi seorang ibu dan terlalu lelah.

Gejala awal dari baby blues sydrom yaitu adanya perubahan perilaku seorang ibu setelah dia melahirkan. Sang ibu tampak rapuh, gampang tersinggung dan marah, mudah menangis, serta merasa kesepian, namun pada tahap ini sang ibu masih mau mengurusi bayinya. Pasangan yang melihat perubahan perilaku ini bisa segera mendampingi dan berbagi peran dalam mengurus bayi.

Jika setelah dua minggu gejala ini tidak berkurang, maka disarankan untuk mengecekkan kesehatan sang ibu. Antisipasi awal dari baby blues sydrom adalah upaya pencegahan terjadinya depresi pasca melahirkan.

Tips mudah mengatasi baby blues sydrom yaitu :

  1. Istirahat yang cukup dan berkualitas.
  2. Mengasup makanan yang bergizi.
  3. Mendapatkan dukungan keluarga, terutama pasangan dalam mengurus sang bayi dan rumah.

Depresi Pasca Melahirkan

Penyakit mental baby blues sydrom yang tidak segera diatasi dapat meningkat menjadi Depresi Pasca Melahirkan. Peyakit mental pasca melahirkan dapat di alami seorang ibu sejak masa kehamilan sampai satu tahun setelah melahirkan. Depresi pasca melahirkan bisa juga terjadi tanpa diawali dengan baby blues sydrom.

Adapun beberapa faktor utama penyebab timbulnya penyakit mental depresi pasca melahirkan yaitu :

  • Akibat biologis : Ibu menginap penyakit bawa seperti Diabetes Melitus, prekleamaksi, atau anemia
  • Faktor psikologis : Ibu pernah mengalami kekerasan semasa hidupnya, senang berpikir negatif, atau terlalu perfeksionis
  • Akibat sosial : Ibu tidak mendapat dukungan dari keluarga serta kekecewaan terhadap jenis kelamin anak yang dilahirkan.

Untuk mencegah penyakit ini, deteksi awal perlu dilakukan saat sang ibu mengalami perubahan perilaku, seperti menjadi sensitif, gampang menangis, tidak berminat pada hal-hal yang dahulu disukainya, memiliki perasaan tidak nyaman dan mengalami gangguan pada kesehariannya, seperti tidak bisa tidur. Jika sudah memiliki bayi, sang ibu tidak memperdulikan sang bayi dan tidak mau mengurusnya.

Cara Mengatasi Depresi Pasca Melahirkan

Ada beberapa langkah mudah yang disampaikan Ibu Yana untuk membantu mengatasi depresi pasca melahirkan, yaitu sebagai berikut :

  1. Membicara perasaan tidak nyaman yang terjadi pada diri sang ibu kepada pasangan sehingga bisa mencari solusi yang baik untuk mengatasinya.
  2. Tetap menjaga nutrisi dengan makanan yang sehat dan seimbang.
  3. Menetapkan harapan yang realitis sesuai dengan kemampuan sang ibu.
  4. Memaafkan dan menerima kenyataan yang terjadi pada diri ibu pasca melahirkan, seperti tidak bisa menyusui selama 2 tahun, atau anak tidak memiliki tubuh montok seperti anak teman/tetangga.
  5. Melakukan me time untuk menjaga kesehatan mental ibu.
  6. Mengikuti komunitas yang sesuai dengan kebutuhan agar mendapatkan informasi yang benar.
  7. Melakukan konsultasi dengan tenaga kesehatan untuk membantu menyelesaikan permasalahan.
  8. Melakukan bounding dengan bayi yang baru dilahirkan. Fokuskan kepada penyembuhan diri sang ibu dan tumbuh kembang sang bayi.
  9. Menghubungi tenaga kesehatan (psikiater klinis) dan meminum obat yang sesuai dengan kebutuhan untuk mempercepat kesembuhan.
  10. Memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dampak Buruk Depresi Pasca Melahirkan

Depresi pasca melahirkan dapat mengakibatkan dampak buruk diantaranya :

  • Meningkatkan angka kelahiran prematur.
  • Menyebabkan stunting pada bayi.
  • Mengakibatkan gizi buruk pada bayi.
  • Menjadi penyebab gangguan emosi dan perilaku seorang ibu kepada bayi yang dilahirkan.
  • Yang paling fatal adalah ibu memiliki keinginan untuk menyakiti bayi dan melakukan bunuh diri.

Melihat banyaknya akibat buruk depresi pasca melahirkan, hal ini tidak boleh dianggap sepele. Penyakit ini sudah menjadi masalah kesehatan yang penting dan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan sudah memasukkan peringatan dini dan edukasi awal melalui buku Kesehatan Ibu dan Anak yang didapat oleh para ibu selama masa kehamilan.

Oleh karena itu penting bagi pasangan dan lingkungan sekitar ibu pasca melahirkan untuk tidak memberikan kalimat yang menghakimi para ibu tentang perjuangan mereka saat merawat bayinya. Kalimat yang tidak tepat kita sampaikan bisa jadi menyakiti dan membuat beban bagi sang ibu sehingga memicu terjadinya depresi.

Hambatan dalam Mendeteksi Masalah Depresi Pasca Melahirkan

Masalah kesehatan pasca melahirkan sudah termasuk dalam salah satu masalah kesehatan yang perlu diperhatikan. Akan tetapi banyak hambatan yang dihadapi untuk mendeteksi penyakit ini sejak awal. Beberapa hambatan itu adalah sebagai berikut :

  1. Adanya stigma negatif kepada ibu yang mengalami depresi pasca melahirkan.
  2. Kurangnya kesadaran dari para ibu saat mengalami perubahan perasaan atau keanehan pada dirinya.
  3. Tenaga kesehatan yang kurang menjangkau hingga di daerah terpencil.
  4. Kurangnya sosialisasi tentang masalah kesehatan pasca ibu melahirkan
  5. Tidak ada standar skrining terhadap masalah kesehatan ini.
  6. Kurangnya dukungan dari keluarga atau kekerasan dalam rumah tangga.
  7. Biaya yang tidak ada untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

Support System untuk Mencegah Depresi Pasca Melahirkan

Langkah penting yang untuk mencegah penyakit depresi pasca melahirkan adalah memberikan support system yang baik bagi seorang ibu selama masa kehamilan hinggga melahirkan. Support system itu terdir dari :

  1. Keluarga
  2. Komunitas
  3. Konselor menyusui
  4. Tenaga kesehatan (obygn/bidan/perawat)
  5. Psikolog / Psikiater
Support System untuk Para Ibu

Cara Mudah Menghindari Depresi Pasca Melahirkan

Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Salah satu cara mudah untuk mencegah depresi pasca melahirkan adalah dengan Menjadi Ibu yang Bahagia. Berikut beberapa langkah dari Mother Hope Indonesia yang bisa diikuti oleh para ibu.

  1. Stop menjadi perfeksionis.
  2. Mengatur prioritas, yaitu kesehatan diri ibu dan anak.
  3. Mengurangi pikiran negatif dan keinginan menjadi ibu super, meminta bantuan kepada pasangan juga penting.
  4. Mencegah timbulnya pikiran “seharusnya.
  5. Stop membandingkan diri dengan ibu lain
  6. Mindfullness dalam melakukan aktivitas sebagai ibu
  7. Memaafkan diri sendiri
  8. Mencintai dan mengasihi diri sendiri
  9. Mencari bantuan saat perasaan sang ibu mulai berubah menjadi tidak nyaman.

 

Insight Yang Didapat dalam Acara Sharing Satu Dekade Ibu Profesional

Sesi sharing selama satu jam ini penuh dengan insight yang membuat pikiran saya terbuka. Memberikan dukungan kepada para wanita, selama masa kehamilan hingga pasca melahirkan, penting demi kesehatan mental mereka.

Menjaga perkataan juga merupakan salah satu bentuk dukungan yang penting. Ada kalanya kita mengeluarkan pernyataan yang menghakimi sehingga bisa memberi dampak buruk bagi para ibu yang sedang berjuang merawat sang bayi.

Terakhir Ibu Yana menyentil kita semua dengan quote berikut :

“Women Need to Support Each Other”

Nur Yanayirah

Iya sebagai sesama wanita kita wajib saling mendukung. Berbagi dan sharing pengalaman seperti yang selama ini dilakukan Ibu Yana dan rekan-rekan di Mother Hope Indonesia membawa sedikit angin segar kepada para ibu yang mengalami masalah yang sama.

Sukses untuk Mother Hope Indonesia dengan program-programnya. Terima kasih untuk sharing yang mencerahkan di pagi hari ini.

error: Content is protected !!