Catatan BelajarChallenge

3 Tips Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak ala Kiraya Family

Manfaat Gadget di Era Modern.

Gadget dan kehidupan di era modern adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Gadget adalah bagian dari kehidupan manusia saat ini yang berperan penting dalam percepatan penyampaian informasi dan kemudahan dalam mengakses berbagai kebutuhan hidup. Ibaratnya dengan gadget semua informasi dan kebutuhan hidup dapat diraih dalam hitungan detik melalui jempol tangan. 

Melalui perkembangan internet yang pesat dan kemajuan teknologi aplikasi yang bisa diakses melalui gadget, kehidupan saya terasa lebih mudah dan efisien. Tanpa perlu menyeberang ke tempat yang jauh, saya dan keluarga bisa menikmati pesona keindahan di daerah lain, bisa berbelanja kebutuhan disana dan bisa belajar banyak hal dari guru dan mentor yang jauh dari tempat tinggal saya. Biaya akomodasi untuk memperoleh informasi dan komunikasi dapat ditekan dengan sangat maksimal dan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lainnya.

Di masa pandemi, peranan gadget mencapai puncaknya dengan adanya pembatasan untuk bepergian dan berkumpul dengan orang banyak. Gadget menjadi bagian tak terpisahkan dalam setiap aktivitas, mulai dari bekerja hingga belajar. 

Permasalahan Penggunaan Gadget

Kehidupan kita yang semakin tak terpisahkan dengan gadget, perlahan mulai membawa permasalahan baru. Ibarat pisau yang sangat bermanfaat menolong aktivitas memasak, namun jika tidak digunakan dengan benar, maka akan melukai penggunanya. Gadget pun sama halnya. Penggunaan yang berlebihan dan tanpa kontrol mengakibatkan kecanduan pada gadget mulai menyerang generasi Milenia, generasi Z dan yang paling parah generasi Alpha yang sejak lahir sudah berhadapan dengan gadget. 

Dilansir dari alodokter.com orang atau anak yang sudah kecanduan gadget tidak menyadari masalah gangguan psikologis yang mereka alami, padahal dampaknya dapat mengganggu otak sama seperti orang yang kecanduan berjudi atau tontonan pornografi. Orang yang kecanduan gadget dikenal dengan istilah nomophobia (no mobile phobia) yaitu ketakutan menjalani aktivitas sehari-hari tanpa gadget dalam bentuk smartphone atau gadget dalam bentuk lainnya.

Tes Menguji Kecanduan Gadget

Jawablah 7 pertanyaan berikut ini untuk mengetes tingkat kecanduan anda atau anak akan gadget.

  1. Apakah ada perasaan tidak nyaman, hingga sampai tahap tidak bisa mengontrol emosi, jika gadget tidak bersama Anda? 
  2. Apakah ada perasaan keberatan dan kegelisahan jika tidak memegang gadget walau hanya sebentar?
  3. Apakah Anda sering menggunakan gadget di waktu makan atau saat berkomunikasi dengan orang lain?
  4. Apakah Anda sering memeriksa status posting atau bermain game pada gadget di tengah malam?
  5. Apakah berinteraksi dengan gadget lebih menyenangkan buat Anda daripada berkomunikasi dengan orang lain?
  6. Apakah Anda lebih senang bermain gadget daripada melakukan hal lain yang lebih produktif?
  7. Apakah Anda selalu sibuk bermain dengan gadget walaupun sedang sibuk dengan tugas sekolah atau pekerjaan kantor?

Jika jawabannya lebih banyak “YA”, maka dapat dikatakan kecanduan gadget sudah anda atau anak anda alami.

Sumber: https://www.alodokter.com/ini-ciri-ciri-kecanduan-gadget-dan-tips-menanggulanginya

Tips Mengatasi Kecanduan gadget 

Mencegah lebih baik daripada mengobati, begitu juga halnya dengan kecanduan gadget. Sebelum saya dan keluarga masuk pada tahap kecanduan gadget ada beberapa upaya yang kami lakukan. 

1. Membuat perjanjian atau kesepakatan akan penggunaan gadget bersama anak. 

Kita bisa membuat kesepakatan waktu penggunaan gadget bersama anak. Kesepakatan waktu bukan hanya untuk anak, tapi juga sebagai pembatas diri bagi kita selaku orang tua.

Anak adalah peniru ulung. Jika ingin anak terhindar dari kecanduan gadget, kita sebagai orang tua juga harus pandai mengatur waktu penggunaan gadget dengan baik. Jangan sampai larangan yang diberikan hanya kepada anak, namun tidak bisa konsisten kita lakukan. Jika ini yang terjadi maka akan susah untuk menerapkan aturan penggunaan gadget pada anak.

Berikut adalah waktu maksimal penggunaan gadget pada anak berdasarkan usia.

  • Anak berusia di bawah 2 tahun disarankan tidak diberi akses sama sekali pada gadget. Namun jika sangat diperlukan bisa mengakses gadget tidak lebih dari 1 jam per hari dengan pendampingan orang tua.
  • Anak usia 2–5 tahun disarankan hanya mengakses gadget selama 1 jam per hari, untuk program yang berkualitas dengan pendampingan orang tua.
  • Anak usia 6 tahun ke atas sudah diperbolehkan bermain gadget, namun orang tua harus membuat kesepakatan waktu bersama, misalnya pada akhir pekan atau maksimal 2 jam per hari.

Sumber: https://www.alodokter.com/berapa-jam-waktu-ideal-anak-gunakan-gadget-setiap-hari

2. Membuat agenda kegiatan harian yang menarik bersama anak.

Libatkan anak dalam penyusunan kegiatan harian yang akan dilakukan. Biarkan anak terlibat aktif memilih hal yang mereka sukai. Ingat ketika mempunyai agenda bersama anak, selalu terlibat secara aktif dan sepenuh hati. Tinggalkan semua gadget dan berkegiatanlah dengan benda-benda nyata di sekitar kita. Selain mencegah anak kecanduan gadget juga dapat menstimulasi kecerdasan anak dengan lebih optimal.

3. Setelah usaha, doa adalah pelengkap untuk menyempurnakan ikhtiar yang dilakukan. 

Sebaik apapun usaha yang dilakukan tanpa izin dari Allah maka itu tidak akan dapat terlaksana dengan sempurna. Berdoalah semoga anak kita menjadi anak sholeh/sholehah dan memberi manfaat bagi sekitarnya.

Berikut adalah doa yang dicontohkan oleh Rasulullah untuk cucunya Hasan dan Husein.

“Uiidzu hu bikalimaatillahit taammati min kulli syaithobiw wahaammatiw wamin kulli ‘ainil laammah.”

Artinya: “Aku memohon perlindungan baginya (sebutkan nama anak) dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua godaan setan dan binatang pengganggu serta dari pandangan mata buruk.” (HR. Abu Daud)

Sumber: https://m.merdeka.com/jatim/kumpulan-doa-untuk-anak-agar-sholeh-dan-sholehah-beserta-artinya-wajib-tahu-kln.html?page=2

Demikian tips singkat dari saya dan keluarga. Semoga bermanfaat dan jika ada tips lainnya boleh saling berbagi ya.

error: Content is protected !!